Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional, komunitas mahasiswa lintas agama di Kota Mataram menggelar acara kemah dialog. Acara ini bertujuan mengikis prasangka dan membangun pemahaman yang inklusif di antara agen perubahan muda.
Dialog berlangsung hangat dengan membahas berbagai isu kontemporer, mulai dari kebebasan berpendapat, etika beragama di media sosial, hingga penanganan konflik secara damai. Peserta diajak untuk saling bercerita tentang nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan oleh agama masing-masing.
Kegiatan semacam ini membuktikan bahwa anak muda NTB sangat peduli pada isu kerukunan. Perbedaan dogma tidak menghalangi mereka untuk bersatu dalam bingkai kemanusiaan dan Bhinneka Tunggal Ika.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar