Sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, Lombok membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni di sektor pariwisata. Namun, pariwisata yang dikembangkan haruslah pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis komunitas (Community Based Tourism).
Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan pelaku industri untuk menyusun kurikulum SMK yang relevan dengan kebutuhan pasar, namun tetap mempertahankan etika budaya Sasak. Siswa tidak hanya diajari tentang perhotelan dan kuliner, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang sejarah lokal, seni pertunjukan, dan bahasa asing.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran lulusan SMK dan menjadikan pemuda lokal sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri, bukan sekadar penonton di tengah pesatnya pembangunan KEK Mandalika dan kawasan wisata lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tinggalkan Komentar