Sastra

Revitalisasi Bahasa Sasak Melalui Sastra Muatan Lokal di Sekolah

24 Jul 2026 240 Kali Dibaca
No Image Available

Bahasa merupakan identitas utama sebuah bangsa. Kekhawatiran akan punahnya penutur bahasa daerah di kalangan generasi Z dan Alpha mendorong perlunya revitalisasi Bahasa Sasak di Nusa Tenggara Barat.

Salah satu langkah konkret yang sedang didorong adalah penguatan muatan lokal (mulok) Bahasa dan Sastra Sasak di kurikulum sekolah dasar dan menengah. Melalui cerita rakyat, tembang (macapat Sasak), dan puisi lokal, siswa diajak untuk tidak hanya bisa menuturkan bahasanya, tetapi juga memahami kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Selain pendidikan formal, peran keluarga sangatlah vital. Orang tua didorong untuk menggunakan Bahasa Sasak halus (Jamaq/Alus) dalam percakapan sehari-hari di rumah. Dengan begitu, transfer bahasa dari generasi ke generasi dapat terus berlanjut tanpa tergerus oleh penggunaan bahasa gaul asing.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar