Budaya

Ritual Bau Nyale: Legenda Putri Mandalika dan Ekologi Pesisir

24 Jul 2026 100 Kali Dibaca
No Image Available

Setiap tahun, sekitar bulan Februari atau Maret (tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak), ribuan masyarakat tumpah ruah di pantai selatan Lombok untuk menangkap cacing laut yang disebut Nyale. Tradisi Bau Nyale tidak bisa dilepaskan dari legenda Putri Mandalika.

Dikisahkan bahwa Putri Mandalika, seorang putri raja yang sangat cantik dan bijaksana, memilih menenggelamkan dirinya ke laut demi menghindari pertumpahan darah antar pangeran yang memperebutkannya. Ia berjanji akan kembali setiap tahun dalam bentuk Nyale agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.

Di balik nilai sastranya yang magis, tradisi Bau Nyale juga mengajarkan masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai. Nyale hanya akan muncul di perairan yang bersih dan tidak tercemar. Oleh karena itu, festival ini belakangan dirangkai dengan kampanye peduli lingkungan pesisir dan pengurangan sampah plastik di laut.

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar