Jika Anda berkunjung ke Lingsar, Lombok Barat, pada waktu-waktu tertentu setelah perayaan panen raya, Anda akan menyaksikan sebuah festival budaya yang sangat unik dan sarat makna perdamaian: Perang Topat.
Bertolak belakang dengan namanya yang mengandung kata "perang", tradisi ini justru merupakan pesta perayaan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Uniknya, ritual ini dilakukan bersama-sama oleh umat Islam (Wetu Telu) dan umat Hindu di Taman Lingsar. Mereka saling melempar ketupat (topat) sambil tertawa riang.
Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang bagi kerukunan. Ketupat yang dilempar dan jatuh ke tanah kemudian diambil kembali oleh warga untuk ditaburkan di sawah, karena diyakini akan membawa kesuburan bagi tanaman mereka pada musim tanam berikutnya.
Komentar Pembaca (1)
Tinggalkan Komentar